<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Kongres IX PPMI</title>
	<atom:link href="http://kongres9ppmi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kongres9ppmi.wordpress.com</link>
	<description>Pusat Informasi Kongres IX PPMI di Mataram NTB</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jun 2008 19:27:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kongres9ppmi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Informasi Kongres IX PPMI</title>
		<link>http://kongres9ppmi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kongres9ppmi.wordpress.com/osd.xml" title="Informasi Kongres IX PPMI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kongres9ppmi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>DOWNLOAD UNDANGAN DAN PROPOSAL</title>
		<link>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/06/03/download-proposal-2/</link>
		<comments>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/06/03/download-proposal-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 19:26:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kongres9ppmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongres9ppmi.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[KAWAN-KAWAN YANG BELUM MENDAPAT KIRIMAN UNDANGAN DAN PROPOSAL PPMI SILAKAN COPY DI SINI THANKS _________________________________________ No : 03/Int./Kongres/IX/PPMI/V/2008 Lampiran : 1 (Satu) Bundel Hal : Undangan Kongres IX PPMI Kepada. Yth. Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ________________ di – Tempat Salam pers Mahasiswa ! Dalam rangka penyegaran dan regenerasi organisasi, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kongres9ppmi.wordpress.com&amp;blog=3751477&amp;post=18&amp;subd=kongres9ppmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KAWAN-KAWAN YANG BELUM MENDAPAT KIRIMAN UNDANGAN DAN PROPOSAL PPMI SILAKAN COPY DI SINI</p>
<p>THANKS<br />
<span id="more-18"></span><br />
_________________________________________<br />
No		: 03/Int./Kongres/IX/PPMI/V/2008<br />
Lampiran	:  1 (Satu) Bundel<br />
Hal		: Undangan Kongres IX PPMI</p>
<p>Kepada.<br />
Yth. Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ________________<br />
di –<br />
	Tempat</p>
<p>Salam pers Mahasiswa !<br />
Dalam rangka penyegaran dan regenerasi organisasi, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) akan mengadakan Seminar Nasional dan Kongres ke IX yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-23 Juli 2008 di Mataram. Adapun detail pelaksanaan Kongres ini adalah:<br />
	Pembukaan 		: 17 Juli  2008<br />
	Seminar Nasional 	: 17-19 Juli 2008<br />
	Kongres  IX PPMI	: 20 – 23 Juli 2008.<br />
	Pameran  		: 17-23 Juli 2008 (selama kegiatan berlansung)<br />
Demikian undangan kami  atas partisipasinya kami sampaikan terima kasih Semoga kongres ini membawa perubahan positif bagi ruang gerak PPMI dalam menegakkan kedaulatan bangsa dan pemerintahan yang lebih berpihak pada rakyat.<br />
Salam Pers Mahasiswa !</p>
<p>Mataram, 25 Mei 2008</p>
<p>PANITIA KONGRES IX PPMI<br />
Ketua Panitia		Sekretaris Panitia</p>
<p>AZKAR NAWAWI		</p>
<p>SIRTUPILLAILI</p>
<p>PENGURUS PPMI<br />
DEWAN KOTA MATARAM<br />
Ketua 		Sekretaris </p>
<p>ACHMAD JUMAELY	</p>
<p>NUR’AINI<br />
	Mengetahui:<br />
SEKJEND NASIONAL PPMI</p>
<p>MUHAMMAD ARMAN	</p>
<p>_______________________________________</p>
<p>LEMBAR PENGESAHAN<br />
PROPOSAL SPONSORSHIP KEGIATAN<br />
SEMINAR NASIONAL  DAN KONGRES IX<br />
PERHIMPUNAN PERS MAHASISWA INDONESIA (PPMI)<br />
Grand Legi Mataram, 17-23 Juli 2008</p>
<p>Mataram, 21 Mei  2008</p>
<p>	Ketua Panitia	Sekretaris </p>
<p>	Azkar Nawawi	Sirtupillaili</p>
<p>Mengetahui,<br />
Pengurus PPMI Dewan kota Mataram</p>
<p>Achmad Jumaely</p>
<p>Proposal<br />
Seminar Nasional Dan Kongres IX<br />
Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI)<br />
Dewan Kota Mataram</p>
<p>“Revitalisasi Pers Mahasiswa Dalam Mengawal Kebijakan Politik Nasional”</p>
<p>ANTARAN</p>
<p>SETELAH rezim birokratik otoritarian Orde Baru runtuh, demokrasi di Indonesia secara prosedural telah mengalami kemajuan sangat pesat. Pemilihan umum yang dilakukan secara periodik dan berkala dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil merupakan mekanisme yang memberikan jaminan terjadinya sirkulasi elite politik di negeri ini.<br />
Pemilihan kepala daerah juga telah dilaksanakan secara langsung. Tak ada lagi individu yang dapat menduduki jabatan-jabatan politik karena ditunjuk. Dengan kata lain, perkembangan mekanisme demokrasi ini telah membuat kedaulatan rakyat untuk menentukan siapa wakil dan pemimpin mereka menjadi semakin besar. Idealnya, mekanisme demokrasi prosedural yang sudah menjadi lebih baik ini dapat menjadi alat untuk melahirkan para wakil dan pemimpin yang tidak hanya merupakan pilihan rakyat, tetapi juga memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai serta memiliki integritas dan komitmen untuk menciptakan perbaikan dan menyejahterakan rakyat.<br />
Dari mekanisme ini, seharusnya lahir para pemimpin dan wakil yang benar-benar memahami persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya. Sebab, tugas utama pejabat publik (baca: pejabat politik) adalah menata dan menggerakkan struktur negara agar dapat memberikan manfaat untuk kehidupan rakyat.<br />
Namun, demokrasi prosedural yang telah berlangsung saat ini telah terdistorsi. Kalau pada era Orde Baru mekanisme politik didistorsi oleh praktik nepotisme, mekanisme politik demokratik sekarang ini didistorsi oleh praktik politik uang. Telah menjadi rahasia umum bahwa proses-proses politik pada umumnya hampir selalu tak dapat dipisahkan dari wacana uang. Sekadar contoh, dana kampanye pasangan calon gubernur/wakil gubernur Fauzi Bowo- Prijato sebesar Rp46,8 miliar dan Adang Daradjatun-Dani Anwar sebesar Rp. 45,2 miliar. Ini adalah nominal yang dilaporkan.<br />
Padahal, masih ada dana-dana lain selain dana kampanye yang sempat disebut dengan ”uang mahar” atau ”dana menyewa perahu”. Padahal ”uang mahar”untuk partai-partai besar menembus angka puluhan miliar rupiah. Jadi, bisa dikalkulasi berapa jumlah nominal yang harus dikeluarkan untuk menjadi pemimpin di level nasional, dalam konteks Indonesia yang memiliki 33 provinsi. Telah menjadi pandangan sebagian besar politisi, juga masyarakat umum, bahwa uang adalah modal paling utama dalam berpolitik.<br />
Padahal,secara realistis tidak mungkin uang pribadi digunakan sebagai dana politik. Dapat dipastikan bahwa kekayaan yang dimiliki itu tidak akan berarti signifikan untuk membiayai keperluan secara keseluruhan sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduk yang sangat banyak yang karena itu tentu saja memerlukan jumlah dana yang sangat besar pula. Anggaran negaralah yang pasti akan digunakan. Karena itu, sangat aneh jika baru lalu Wapres Jusuf Kalla menyatakan, seseorang yang hendak berpolitik seharusnya menjadi pengusaha dulu. Sangat ironis, lebih dari itu praktik politik uang nyaris telah menjadi mekanisme paten dalam perpolitikan kita. Cara meraih popularitas dengan instan.<br />
Cara lain yang merebak selain praktik politik uang adalah meningkatkan popularitas menggunakan media massa, baik cetak maupun elektronik. Akibatnya, seseorang menjadi populer bukan karena kapasitas dan kompetensi untuk menjadi pejabat politik, tetapi karena sering disorot oleh media atau bahkan mengiklankan diri dan dibuat seolah-olah dia memiliki kapasitas dan kompetensi. Figur yang muncul akhirnya adalah figur rekayasa yang hanya pandai bersilat lidah. Figur-figur semacam ini tentu saja bukan yang di butuhkan rakyat. Bahkan nyaris dipastikan, politisi yang popularitasnya dihasilkan dengan cara yang dibuat-buat entah melalui uang dan media tidak akan mampu berperan secara optimal membuat struktur negara yang bisa bekerja dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.<br />
Selain kedua hal diatas, masih banyak hal yang menjadi selilit demokrasi kita di masa transisi ini. Namun, terlepas dari itu semua, kita sesungguhnya bisa bersepakat, yang kita butuhkan di masa-masa mendatang adalah para politisi yang berwawasan luas, jelas kompetensi dan komitmennya serta integritasnya bisa dijamin. Para politisi seperti inilah yang akan bisa mengelola struktur negara dengan baik entah di level nasional maupun lokal.<br />
Akhirul Kalam, partisipasi semua elemen masyarakat dalam membangun kultur demokrasi lokal yang transparan dan akuntable jelas sangat urgen. Pers adalah salah satu yang harus memerankan diri disini. Lebih lagi pers mahasiswa yang memang memiliki karakteristik perpaduan ideal anatara pers sekaligus gerakan kemahasiswaan.  Dalam konteks inilah Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) melaksanakan beberapa seminar sebagai rangkaian dari hajatan Kongres ke IX PPMI Nasional dengan tema “Revitalisasi Peran Pers Mahasiswa Dalam Mengawal Kebijakan Politik Nasional”. Kegiatan akan akan dilaksanakan di Mataram, mulai 26 Juni 2008 sampai dengan  2 Juni 2008.<br />
Kegiatan ini diharapkan bisa mengais ide-ide transformatif dari peserta dan pembicara untuk kemudian -paling tidak- publik mendapat cabaran solutif yang mencerahkan sekaligus menyadarkan.  </p>
<p>TEMA KONGRES</p>
<p>“Revitalisasi Peran Pers Mahasiswa dalam Mengawal Kebijakan Politik Nasional”</p>
<p>TEMA SEMINAR<br />
Sesi I :<br />
“Revitalisasi Peran Pers Mahasiswa Dalam Mengawal Kebijakan”</p>
<p>Sesi II :<br />
 “Membangun ekonomi pertambangan berbasis kerakyatan”</p>
<p>Sesi III :<br />
“Sertifikasi Guru Signifikansi Membangun Pendidikan yang Berkualitas”</p>
<p>Sessi IV :<br />
“Penguatan Demokrasi Lokal”</p>
<p>LANDASAN SEMINAR DAN KONGRES</p>
<p>1.	AD/ART  PPMI Nasional<br />
2.         AD / ART PPMI Dewan Kota Mataram<br />
3.	Program Kerja PPMI Nasional periode 2007-2009<br />
4.	Program Kerja PPMI Dewan Kota Mataram periode 2007-2009</p>
<p>MAKSUD DAN TUJUAN</p>
<p>Secara umum, Seminar nasional ini dimaksudkan sebagai ajang mendialogkan gagasan-gagasan tentang isu-isu demokratisasi di era transisi. Secara khusus, seminar bertujuan:</p>
<p>Kongres<br />
1.	Regenerasi dan penataan organ jaringan pers mahasiswa PPMI Nasional.<br />
2.	Perumusan kembali AD/ART dan GBHK/GBHO PPMI nasional dan Dewan etik nasional.<br />
3.	Pemilihan pengurus PPMI Nasional Priode 2008-2010.</p>
<p>Seminar<br />
1.	Menumbuhkan pemahaman para peserta tentang konsep demokratisasi ideal di masa transisi di Indonesia.<br />
2.	Menumbuhkan pemahaman para peserta tentang konsep demokratisasi politik dan ancamannya terhadap praktik uang untuk meraih kekuasaan.<br />
3.	Penyeruan kembali akan arti penting sebuah usaha bersama semua elemen negara khususnya pers mahasiswa dalam mengawal kebijakan politik nasional  dalam transisi  demokrasi.<br />
4.	Pengkristalan pemahaman tentang arti penting Kemandirian Perekonomian dalam pemenuhan hak konstitusi rakyat, khususnya dalam ekonomi pertambangan.<br />
5.	Menumbuhkan pemahaman para peserta seminar nasional tentang kondisi pendidikan nasional pasca reformasi.<br />
6.	menumbuhkan pemahaman para perseta seminar nasional tentang kondisi sosial politik pasca otonomi daerah.</p>
<p>OUT PUT KEGIATAN</p>
<p>1.	Terumuskannya tata aturan organisasi PPMI nasional yang lebih sehat dan mendorong dinamisasi gerakan pers mahasiswa Indonesia.<br />
2.	Terpilihnya pengurus nasional PPMI sebagai salah satu pilar perwakilan perjuangan organisasi pers mahasiswa.<br />
3.	Mendorong lembaga pers mahasiswa nasional untuk lebih berani dan konsisten dalam proses pengawalan kebijakan politik nasinal di masa transisi demokrasi Indonesia.<br />
4.	Penciptaan persamaan persepsi dan aksi dukungan atas sistem kemandirian ekonomi kerakyatan, khususnya ekonomi pertambangan tanpa harus tergantung pada hutang luar negeri, minimal di kalangan pegiat Pers Mahasiswa dan Gerakan Mahasiswa.<br />
5. 	menciptakan pemahaman para perseta seminar nasional tentang kondisi sosial politik pasca otonomi daerah.</p>
<p>ORGANISASI PELAKSANAAN</p>
<p>Kegiatan Kongress IX dan Seminar Nasional ini diseleggarakan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia. (Adapun susunan kepanitian Terlampir)</p>
<p>KEPANITIAAN<br />
	Kepanitian terdiri dari anggota LPM kota Mataram yang berjumlah 41 Orang. Adapun susunan kepanitian selengkapnya terlampir.</p>
<p>PESERTA</p>
<p>Peserta Kongres :<br />
1.	Anggota dan pengurus lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Se-Indonesia<br />
2.	Pengurus PPMI Dewan Kota Se-Indonesia<br />
3.	pengurus Dewan Etik Kota (DEK) PPMI Se-Indonesia<br />
Peserta Seminar Nasional :<br />
1.	Mahasiswa-mahasiswi Perguruan tinggi se-Indonesia.<br />
2.	Mahasiswa-mahasiswi Anggota Pers Mahasiswa se-Indonesia.<br />
3.	Aktifis Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Se- Indonesia.<br />
4.	Masyarakat umum se-Nusa Tenggara Barat.</p>
<p>NARASUMBER</p>
<p>Fasilitator dan narasumber dalam kegiatan Kongres IX dan Seminar Nasional PPMI ini adalah para politisi, pengamat politik, budayawan, pemikir dan aktivis yang konsen dengan isu-isu demokrasi kontemporer terutama politik lokal. Mereka adalah:</p>
<p>1.	DR. Bambang Sudibyo  (Menteri Pendidikan Nasional)<br />
2.	DR. Ryas Rasyid (Mantan Menteri Politik Lokal dan Otonomi Daerah)<br />
3.	DR. Qurtubi  (Ahli pertambangan Nasional)<br />
4.	Bambang Trimurti (Pimpinan Redaksi Majalah TEMPO)<br />
5.	Darmaningtyas (Aktifis InSIST Djogjakarta)<br />
6.	Eko Prasetyo  (Penulis buku, “Orang Miskin Dilarang Sekolah)<br />
7.	Deni JA (Direktur Lingkar Survei Indonesia -LSI)<br />
8.	Dr. Basuki Prayitno,M.si (Akademisi Unram)<br />
9.	Kusfiardi (Koordinator Nasional Koalisi Anti Utang (KAU)<br />
10.	Ervyn Kaffah (eks. Aktivis Pers Mahasiswa 1998)<br />
11.	Sirul Haq, s.Pd (Eks. Dewan Etik Nasional PPMI)<br />
12.	Farid Tolomundu (Penulis buku, “Orang Biasa yang Tak Biasa)</p>
<p>MATERI</p>
<p>Materi seminar ini sebagai berikut:</p>
<p>1.	Revitalisasi Peran Pers Mahasiswa Dalam Mengawal Kebijakan politik nasional.<br />
2.	Membangun ekonomi pertambangan berbasis kerakyatan.<br />
3.	Sertifikasi Guru Signifikansi Membangun Pendidikan yang Berkualitas.<br />
4.	Penguatan Demokrasi Lokal.</p>
<p>WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN</p>
<p>Kegiatan seminar nasional dan Kongres ini akan dilaksanakan pada 17-23 Juli 2008 di Grend Legi Mataram (Jadwal Terlampir).</p>
<p>PENDANAAN</p>
<p>Adapun dana yang diperkirakan akan dihabiskan dalam seminar ini sebesar Rp. 94.379.900 (Sembilan Puluh Empat Juta Tiga Ratus tujuh Puluh Sembilan Ribu  Sembilan Ratus Rupiah) –Estimasi terlampir</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Demikian proposal ini. Besar harapan kami proposal ini dapat dijadikan acuan kerjasama bagi semua pihak. </p>
<p>Lampiran 1 :</p>
<p>Struktur Kepanitiaan<br />
SEMINAR NASIONAL DAN KONGRES IX<br />
Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI)<br />
Dewan Kota Mataram<br />
Revitalisasi Pers Mahasiswa Dalam Mengawal Kebijakan Politik Nasional<br />
Mataram, 17-23 Juli 2008</p>
<p>STEERING COMMITTE (SC)<br />
Ketua	: Achmad Jumaely (Sekjend PPMI Dewan Kota Mataram)<br />
Anggota		: M. Saleh (LPM PENA KAMPUS UNRAM )<br />
	  	: Amir Mahmud (UKPM MEDIA UNRAM)<br />
		: Jagas J. (UKPM MEDIA UNRAM)</p>
<p>ORGANIZING COMMITTE (OC)<br />
Ketua		: Azkar Nawawi (LPM PENA UNRAM)<br />
Sekretaris 	: Sirtupillaili (LPM RO’YUNA IAIN Mataram)<br />
Bendahara 	: Dewi Oktarini (LPM RO’YUNA IAIN Mataram)</p>
<p>1.	DEVISI KESTARI<br />
Koord 	: Amir Mahmud (UKPM MEDIA UNRAM)<br />
 Asykar  (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
 Ali Nurdin  (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)<br />
 Ardian (LPM PENA KAMPUS UNRAM)<br />
 Hadi Wijaya (LPM MAHAPENA Fak. Tarbiyah IPS IAIN)</p>
<p>2.	DEVISI HUMAS DAN PENDANAAN:<br />
	Koord 	: Achmad Jumaely (PPMI DK MATARAM)<br />
			  Saefudin (UKPM MEDIA UNRAM)<br />
			  Doni (UKPM MEDIA UNRAM)<br />
			  Mahsus Khair (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)<br />
			  Jaswadi (UKPM MEDIA UNRAM)<br />
			  Muhammad Ilham (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
			  Arsya Ali Umar (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)</p>
<p>3.	DEVISI PUBDEKDOK<br />
	Koord	: Ahmad Zaini (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)<br />
			  M. Ladunny (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)<br />
			  Fahrur Rozi (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)</p>
<p>4.	DEVISI ACARA<br />
Koord : Muhammad Saleh (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
			Sahudin Bayani (UKPM MEDIA UNRAM)<br />
			Kurniawan (UKPM MEDIA UNRAM)<br />
		Noviyanti (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
		Sultan (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
		Nurmayana (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)</p>
<p>5.	DEVISI PERLENGKAPAN<br />
Koord : Fauzan (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
		Turmudzi Muhammad (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)<br />
		Tantowi (LPM SIDIK IKIP MATARAM)<br />
		Agus Alwan (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)<br />
		Aswadi (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)<br />
		M. Nasmi (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)</p>
<p>6.	DEVISI KONSUMSI<br />
Koord :  Baiq Harniaty (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
		Nurmi (LPM DIMENSI UMM)<br />
Baiq Linda (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)<br />
		Nurul Khaerani (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
		Tyas (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)<br />
		Lina (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
		Rianti (LPM PENA KAMPUS FKIP UNRAM)<br />
		Helmy Budi satria (LPM RO’YUNA IAIN MATARAM)</p>
<p>Lampiran 2 :<br />
JADWAL KEGIATAN KONGRES IX DAN SEMINAR NASIONAL<br />
Revitalisasi Pers Mahasiswa Dalam Mengawal Politik Nasional<br />
Mataram, 17-23 Juli 2008</p>
<p>NO<br />
	HARI/TGL	TEMPAT	ACARA	PEMBICARA	TEMA<br />
1	17-23 Juli 2008<br />
(Pukul : 08.00 -16.00 Wita)	Depan UPT perpustakaan Unram	Pameran karya pers mahasiswa	-	“ekspresikan dirimu dengan berkarya”<br />
2	18 Juli 2008<br />
(Pukul : 08.00 -12`.00 Wita)	Hall Room Grand Legi Mataram	Sesion I :<br />
Pembukaan dan Seminar Nasional	Bambang Trimurti (Pimpinan Redaksi Majalah TEMPO)<br />
Ervyn Kaffah (eks. Aktivis Pers Mahasiswa 1998)<br />
Sirul Haq, s.Pd (Eks. Dewan Etik Nasional PPMI)	“Revitalisasi Peran Pers Mahasiswa Dalam Mengawal Kebijakan”</p>
<p>3	18 Juli 2008 (Pukul : 12.00 -12.30 Wita	BREAK<br />
4.	18 Juli 2008 (Pukul : 12.30 -17.00 Wita)	Hall Room Grand Legi Mataram	Sesion II :<br />
Seminar Nasional	DR. Qurtubi  (Ahli pertambangan Nasional)<br />
Dr. Basuki Prayitno,M.si (Akademisi Unram)<br />
Kusfiardi (Koordinator Nasional Koalisi Anti Utang (KAU)	“Membangun ekonomi pertambangan berbasis kerakyatan”</p>
<p>5	19 Juli 2008<br />
(Pukul : 08.00 -12.00 Wita)	Hall Room Grand Legi Mataram	Sesion III :<br />
Seminar Nasional	DR. Bambang Sudibyo  (Menteri Pendidikan Nasional)<br />
Darmaningtyas (Aktifis InSIST Djogjakarta)<br />
Eko Prasetyo  (Penulis buku, “Orang Miskin Dilarang Sekolah)	  “Sertifikasi Guru Signifikansi Membangun Pendidikan yang Berkualitas ”</p>
<p>6	19 Juli 2008<br />
(Pukul : 12.00 -17.00 Wita)	Hall Room Grand Legi Mataram	Sesion IV :<br />
Seminar Nasional	DR. Ryas Rasyid (Mantan Menteri Politik Lokal dan Otonomi Daerah)<br />
Deni Indra Jaya(Direktur LSI)<br />
Farid Tolomundu (Penulis buku, “Orang Biasa yang Tak Biasa)<br />
	“Penguatan Demokrasi Lokal”<br />
5.	20-23 Juli 2008	Gedung arena budaya Unram	Kongres IX PPMI 	Presidium Sidang	Free<br />
6.	23  Juli 2008<br />
	Penutupan	Panitia	Free</p>
<p>Lampiran 3 :</p>
<p>ESTIMASI KEBUTUHAN DANA<br />
KONGRES IX DAN SEMINAR NASIONAL</p>
<p>Revitalisasi Pers Mahasiswa Dalam Mengawal kebijakan  Politik Nasional<br />
Mataram, 17 – 23 Juli 2008</p>
<p>NO 	KEBUTUHAN  	FREKUWENSI 	HARGA @ RP	JUMLAH RP.<br />
Devisi Kestari<br />
1	Kertas HVS	5 rim	30.000	150.000<br />
2	Pembuatan proposal	100 ex.	10.000	1000.000<br />
3	Tinta hitam putih	2 kotak	20.000	100.000<br />
4	Tinta Warna	2 Kotak	20.000	40.000<br />
5	Spidol besar	2 Kotak	7000	14.000<br />
6	Spidol kecil	5 Kotak	3000	15.000<br />
7	Stabilo	5 Buah	3000	15.000<br />
8	Kertas buram	30	1500	45.000<br />
Sub Total	1.379.900<br />
Devisi Humas dan Pendanaan<br />
9	Transportasi	7 Orang	150.000	1.500.000<br />
10	Komunikasi	7 Orang	100.000	700.000<br />
Su Total	2.200.000<br />
Pubdekdok<br />
11	Spanduk	5 Buah	150.000	750.000<br />
12	Baliho	4 Buah	500.000	2000.000<br />
13	Stiker	1000	1500	1.500.000<br />
14	Famplet	100	500	500.000<br />
15	Sewa Handycam	1	1000.000	1000.000<br />
16	Camera Digital+Memory 	1	3000.000	3000.000<br />
17	Sosialisasi di Media Cetak dan Elektronik Nasional	10 Media	1000.000	10.000.000<br />
Sub Total	18.750.000<br />
Devisi Perlengkapan<br />
18	Sound System	1 Set	3000.000	3000.000<br />
19	Komunikasi	6 Orang	100.000	600.000<br />
20	Transportasi	6 Orang	150.000	900.000<br />
Sub Total	4.500.000</p>
<p>Devisi Acara<br />
21	Seminar Kit peserta (block note, bolpoin, spidol)	300 orang	15.000	4.500.000<br />
22	Spidol besar	2 Kotak	7000	14.000<br />
23	Spidol kecil<br />
5 Kotak	3000	15.000<br />
24	Kertas Plano	50 eksamplar	1000	50.000<br />
25	Kertas Presentasi	30 eksamplar	1500	35.000<br />
26	Sewa LCD	1 Buah	500.000	500.000<br />
27	Sertifikat	500 eksamplar	5000	2.500.000<br />
Sub Total	7.614.000<br />
Kebutuhan Umum<br />
28	Sewa Hotel + Makan Siang	300 Orangx 2 Hari	5.000.000	10.000.000<br />
29	Sewa Asrama LPMP	200 Orang x 3 Hari	2000.000	6.000.000<br />
30	Konsumsi 	200 Orang x 3 Hari	15.000	9000.000<br />
31	Penggandaan makalah	1000 copy	1500	750.000<br />
32	Honor pembicara Nasional	6 orang 	1.000.000	6.000.000<br />
33	Honor pembicara lokal	6 Orang	500.000	3000.000<br />
34	Honor Moderator	4 orang	500.000	2000.000<br />
35	Tiket pesawat PP Jogja–Mataram, Mataram-Jogja	2 orang 	2.400.000	4.800.000<br />
36	Tiket pesawat PP Jakarta–Mataram, Mataram-Jakarta	4 Orang	2.800.000	11.200.000<br />
37	Penginapan pembicara	6 Orang x 1 hari	900.000	5.400.000<br />
38	Sewa ruang pertemuan+makan siang	300 orang X 2 hari 	1000.000	2.000.000<br />
Sub Total	60.150.000<br />
TOTAL	Rp. 94.379.900<br />
Terbilang : Sembilan Puluh Empat Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus</p>
<p>PROPOSAL SPONSORSHIP KEGIATAN<br />
SEMINAR NASIONAL  DAN KONGRES IX<br />
PERHIMPUNAN PERS MAHASISWA INDONESIA (PPMI)<br />
Hotel Grand Legi Mataram, 17-23 Juli 2008</p>
<p>MEDIA SPONSORSHIP</p>
<p>Dalam rangka menyukseskan kegiatan Seminar Nasional  dan Kongres IX  perhimpunan pers mahasiswa indonesia (PPMI),  maka kami selaku panitia penyelenggara membuka kesempatan kepada seluruh pihak baik perseorangan maupun perusahaan untuk turut berpartisipasi aktif dalam kerjasama yang saling menguntungkan.</p>
<p>a.	Prinsip Kerjasama</p>
<p>1)	Prinsip kerjasama yang dilakukan adalah bersifat saling menguntungkan dalam bentuk beberapa konsep yang telah ditentukan oleh pihak panitia dengan mempertimbanglkan keseimbangan bagi kedua belah pihak.<br />
2)	Prinsip fleksibilitas yang artinya pihak penyelenggara sangat terbuka untuk merundingkan beberapa hal dari konsep kerjasama yang akan diterapkan tersebut tanpa harus mengurangi maksud dari panitia penyelenggara dan merugikan pihak dari sponsorship.<br />
3)	Prinsip variatif yang artinya pihak penyelenggara berusaha memberikan variasi atau berbagai alternative dalam bentuk promosi bila dirasakan alternative yang ditawarkan panitia belum dirasa cukup.</p>
<p>b.	Ruang Promosi<br />
Kompensasi yang diberikan panitia berupa logo produk pada beberapa media publikasi, sebagai berikut :<br />
	Spanduk (2 buah)</p>
<p>	Baliho (3 buah)</p>
<p>	Stiker (150 buah)</p>
<p>	Seminar Kit yang terdiri atas :</p>
<p>o	Blok note<br />
o	Map<br />
	Publikasi oleh Master of Ceremony pada saat acara berlangsung.</p>
<p>c.	Bentuk Kerjasama</p>
<p>I.	SPONSOR TUNGGAL<br />
Adalah sponsor dalam kegiatan ini yaitu: Perusahaan/ instansi/ lembaga/ pribadi yang bersedia memenuhi 85% dari total dana kegiatan.<br />
Sponsor tunggal kegiatan ini akan memperoleh kontraprestasi:<br />
1.	Hak untuk mengubah nama/titel dalam poin-poin kegiatan dengan ketentuan harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak panitia.<br />
2.	Hak untuk mencantumkan logo perusahaan/instansi/lembaga/pribadi ruang sponsor disegala bentuk publikasi dan sarana yang digunakan.<br />
3.	Panitia tidak dimungkinkan mencari sponsor lain diluar spnsor tunggal.<br />
4.	Segala macam perijinan ditanggung panitia.<br />
5.	Biaya pembuatan kotraprestasi ditanggung panitia.<br />
6.	Hal-hal tentang sponsor tunggal bisa berhubunagn dengan panitia lebih lanjut.</p>
<p>II.	SPONSOR UTAMA<br />
Sponsor utama dalam kegiatan ini yaitu perusahaan/ instansi/ lembaga/ pribadi yang bersedi memenuhi 50% dari total dana kegiatan.<br />
Sponsor utama kegiatan ini memperoleh kontraprestasi berupa:<br />
1.	Dengan kesediaan anda menjadi sponsor utama perusahaan/ instansi/ lembaga/ pribadi maka anda berhak pada ruang promosi pada: spanduk rentang.<br />
2.	Pencatuman nama dan logo perusahaan/instansi/lembaga/pribadi pada ruang sponsor yang disediakan oleh panitia untuk peserta. </p>
<p>Syarat-syarat sponsor utama:<br />
•	Panitia diperbolehkan untuk mencari sponsor lain diluar sponsor utama.<br />
•	Segala macam bentuk perijinan dan biaya kontraprestasi ditanggung panitia.<br />
•	Hal-hal lain tentang sponsor utama bisa berhubungan dengan panitia lebih lanjut.</p>
<p>III.	SPONSOR PENDUKUNG<br />
Sponsor pendukung dalam kegiatan ini yaitu perusahaan/ instansi/ lembaga/ pribadi yang bersedi memenuhi kurang dari 50% dari total dana kegiatan yang telah dianggarkan.<br />
Panitia manawarkan paket kerja sama dan juga memberikan  sponsorship dalam bentuk lain sepanjang tidak menyimpang dari tema kegiatan. Adapun macam bentuk kerjasama dapat dinegosiasikan antara perusahaan/ instansi/ lembaga/ pribadi dengan panitia pelaksana.<br />
Bentuk kerjasama kami tawarkan melalui:<br />
1.	Perusahaan/ instansi/ lembaga/ pribadi untuk memberikan produk yang dihasilkan.<br />
2.	Peusahaan/ instansi/ lembaga/ pribadi membantu panitia dalam hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan yang dilaksanakan.<br />
3.	Bentuk kerjasama ini sedapat mungkin berhubungan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.<br />
4.	Pelaksanan kerjasama melalui produk diberikan paling lambat satu hari sebelum kegiatan.<br />
5.	Adapun kontra prestasi yang diberikan kemudian diatur melalui negosiasi dengan panitia.</p>
<p>d.	Ketentuan dan prosedur kerjasama</p>
<p>1.	 Segala bentuk partisipasi dan kerjasama dilakukan dengan mengisi formulir rangkap dua dengan aturan helai pertama untuk perusahaan/instansi/lembaga/pribadi dan helai kedua untuk panitia yang dapat diberikan langsung atau dikirimkan kesekretariatan panitia. Bila diperlukan dapat dilakukan perjanjian hitam diatas putih.<br />
2.	Pembayaran uang kontrak tahap pertama minimum 50% paling lambat satu minggu setelah penandatanganan kontrak kerjasama sponsor ship.<br />
3.	Pelunasan uang kontrak paling lambat satu hari sebelum hari pelaksanaan kegiatan.<br />
4.	Bagi sponsor yang telah melakukan pembayaran, apabila mengundurkan diri maka pembayaran kontrak dianggap hangus dan sepenuhnya menjadi hak panitia.<br />
5.	Tiap pemasangan dan penyebaran fasilitas publikasi dan periklanan harus dengan persetujuan panitia penyelenggara.<br />
6.	Penentuan ruang sponsor dan lokasi serta penempatan fasilitas publikasi oleh panitia penyelenggara adalah mutlak dan tidak dapat ditukarkan kecuali ada perjanjian selanjutnya<br />
7.	Bagi pihak sponsor (utama atau tunggal) yang tidak memenuhi target dana maka panitia berhak mengubah status sponsorship.<br />
8.	Bila terjadi penundaan kegiatan maka kontrak kerjasama dilaksanakan sampai kegiatan selesai dilaksanakan.<br />
9.	Bila terjadi pembatalan atau kegiatan gagal dilaksanakan karena teknis penyelenggara maka pembayara kerjasama sponsor akan dikembalikan sebesar 85% dari total dana yang diberikan.<br />
10.	Bila ada kesalahpahaman antara pihak sponsor dan panitia maka akan diselesaikan dengan cara musyawarah.<br />
11.	hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan ini akan diatur kembali dalam ketentuan tambahan.</p>
<p>E.   Donatur</p>
<p>Panitia pelaksana menerima sumbangan dana untuk kegiatan ini. Dalamhal ini panitia tidak memberikan kontra prestasi kepada perusahan /instansi /lembaga /pribadi yang menjadi donator dalam kegiatan ini. Setelah memberikan sumbangan, maka tidak ada ikatan panitia dengan perusahaan/instansi/lembaga/pribadi.</p>
<p>F. lain-lain<br />
Informasi lebih lanjut hubungi:<br />
Panitia :<br />
081 936 77 2005 (Achmad Jumaely),<br />
081803608267 (Sirtupllaili),<br />
081 917020930 (Dewi Oktarini)</p>
<p>FORM<br />
PERJANJIAN KERJASAMA<br />
Yang bertanda tangan dibawah ini:<br />
Nama 	: ………………………………………………&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Perusahaan	:…………………………………………….………&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Jabatan 	: ……………………………………………&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
No telepon/fax 	: ……………………………………………&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Bidang usaha	: ……………………………………………&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
1.	menyatakan turut berpartisipasi dalam acara “Seminar Nasional dan Kongres IX Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI)” sebagai sposor atau donatur, yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-23 Juli 2008 dan bersedia memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara.<br />
2.	bersedia dan sanggap membayar sebagai sponsor/donator sebesar Rp…………………………….<br />
Terbilang:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Pembayaran I 50%	: &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Pembayaran II 50%	: &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
3.	kontraprestasi yang diinginkan adalah:………………………………………………<br />
      ……………………………………………………………………………&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.<br />
Mataram,…-….-2008<br />
	Ketua Panitia	Pihak Sponsor/Donatur</p>
<p>	(………………………….)	(………………………….)<br />
	Tanda Tangan dan Nama Terang	Nama Terang dan Cap Perusahaan<br />
NB : Bukan Sebagai Bukti Pembayaran</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kongres9ppmi.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kongres9ppmi.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kongres9ppmi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kongres9ppmi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kongres9ppmi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kongres9ppmi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kongres9ppmi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kongres9ppmi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kongres9ppmi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kongres9ppmi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kongres9ppmi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kongres9ppmi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kongres9ppmi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kongres9ppmi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kongres9ppmi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kongres9ppmi.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kongres9ppmi.wordpress.com&amp;blog=3751477&amp;post=18&amp;subd=kongres9ppmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/06/03/download-proposal-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kongres9ppmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOWNLOAD PROPOSAL</title>
		<link>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/06/03/download-proposal/</link>
		<comments>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/06/03/download-proposal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 19:09:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kongres9ppmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongres9ppmi.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Download Proposal klik di sini<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kongres9ppmi.wordpress.com&amp;blog=3751477&amp;post=16&amp;subd=kongres9ppmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://website.com/file.zip">Download Proposal klik di sini</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kongres9ppmi.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kongres9ppmi.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kongres9ppmi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kongres9ppmi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kongres9ppmi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kongres9ppmi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kongres9ppmi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kongres9ppmi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kongres9ppmi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kongres9ppmi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kongres9ppmi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kongres9ppmi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kongres9ppmi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kongres9ppmi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kongres9ppmi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kongres9ppmi.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kongres9ppmi.wordpress.com&amp;blog=3751477&amp;post=16&amp;subd=kongres9ppmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/06/03/download-proposal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kongres9ppmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BBM NAIK: “INDONESIA DI UJUNG TANDUK”</title>
		<link>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/06/03/bbm-naik-%e2%80%9cindonesia-di-ujung-tanduk%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/06/03/bbm-naik-%e2%80%9cindonesia-di-ujung-tanduk%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 18:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kongres9ppmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongres9ppmi.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Keputusan untuk menambah beban penderitaan rakyat telah diambil oleh pemerintah, sabtu 23 mei 2008 secara resmi pemerintah telah menetabkan kenaikan harga bahan bakar minyak. kebijakan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kenaikkan BBM akan mengakibatkan efek domino di masyarakat, secara ekonomi, kenaikan tersebut akan mengakibatkan kenaikan harga-harga dan barang jasa (inflasi), bahkan kenaikan tersebut bisa tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kongres9ppmi.wordpress.com&amp;blog=3751477&amp;post=15&amp;subd=kongres9ppmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keputusan untuk menambah beban penderitaan rakyat telah diambil oleh pemerintah, sabtu 23 mei 2008 secara resmi pemerintah telah menetabkan kenaikan harga bahan bakar minyak. kebijakan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kenaikkan BBM akan mengakibatkan efek domino di masyarakat, secara ekonomi, kenaikan tersebut akan mengakibatkan kenaikan harga-harga dan barang jasa (inflasi), bahkan kenaikan tersebut bisa tak terkendali. kenaikan BBM yang cukup signifikan ini akan memicu inflasi besar-besaran. Kenaikan laju inflasi itu akan tercermin dari naiknya harga sejumlah komponen kebutuhan pokok masyarakat, berupa barang dan jasa.<br />
<span id="more-15"></span><br />
Dengan dinaikkannya harga BBM sebesar 30% (Rp. 6000/liter (premium)) yang mengacu pada kenaikan minyak dunia sebesar 124 dollar AS/barel, merupakan wujud nyata dari kesalahan pemerintah dalam menerapkan kebijakan pertambangan dan energi. Menurut laporan Energy Information Administration (EIA) Januari 2008, disebutkan bahwa total produksi minyak Indonesia rata-rata sebesar 1,1 juta barel per-hari, dengan 81% (atau 894.000 barel) adalah minyak mentah (crude oil). Bayangkan, dari 1,1 juta barel/hari kalau seandainya diproduksi oleh perusahan negara yang tentunya fungsinya untuk mensuplai kebutuhan dalam negeri, maka kita akan menghasilkan dana sebesar 13.6400.000 dollar AS atau Rp. 1.227.600.000.000/hari bruto. Belum lagi ditambah dengan pengasilan sumber-sumber energi lain. cukup untuk tambal sulam Beban subsisdi Negara yang mencapai Rp. 250 triliun.</p>
<p>Alih-alih mengurangi beban masyarakat miskin, melalui Pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp. 100.000/bulan, kenyataannya BLT berpeluang besar menimbulkan konflik horisontal atau bahkan akan terjadi korban karena buruknya sistem distribusi dan ini terbukti dengan digunakanya data usang untuk penyaluran BLT. BLT juga tidak memberi manfaat lebih bagi rakyat miskin, sebab dalam kerangka kebutuhan ekonomi, apalagi dalam sistem ekonomi liberal seperti saat ini, rakyat tak kan bisa berbuat banyak. Prinsipnya BLT hanya berfungsi sebagai sogokan bagi rakyat guna meredam amarah rakyat.</p>
<p>Kenyataan pahit telah diterima rakyat dinegeri ini, beban baru masyarakat telah menunggu di depan mata? Siapa yang bisa menjamin bahwa harga kebutuhan lain selain BBM tidak ikut naik? lalu mau apa kita sebagai generasi muda ? dan mungkinkah nasib bangsa ini memang sudah berada di ujung tanduk?</p>
<p>*Penulis adalah pemimpin umum majalah PENDAPA Tamansiswa</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kongres9ppmi.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kongres9ppmi.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kongres9ppmi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kongres9ppmi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kongres9ppmi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kongres9ppmi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kongres9ppmi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kongres9ppmi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kongres9ppmi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kongres9ppmi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kongres9ppmi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kongres9ppmi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kongres9ppmi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kongres9ppmi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kongres9ppmi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kongres9ppmi.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kongres9ppmi.wordpress.com&amp;blog=3751477&amp;post=15&amp;subd=kongres9ppmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/06/03/bbm-naik-%e2%80%9cindonesia-di-ujung-tanduk%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kongres9ppmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangunlah Pers Mahasiswa !</title>
		<link>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/05/19/bangunlah-pers-mahasiswa/</link>
		<comments>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/05/19/bangunlah-pers-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 21:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kongres9ppmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongres9ppmi.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Di era reformasi sekarang ini pers mahasiswa (Persma) terasa kurang terdengar gaungnya. Ketika kebebasan informasi sudah menjadi milik kita semua dan media massa (baru) tumbuh subur, kondisi Persma justru nyaris tenggelam. Kondisi ini bermula sejak tahun 1998, ketika reformasi dikumandangkan Persma menjadi kehilangan perannya. Peran kontrol sosial melalui pemberitaan yang tajam, kritis dan independen. Peran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kongres9ppmi.wordpress.com&amp;blog=3751477&amp;post=12&amp;subd=kongres9ppmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p>Di era reformasi sekarang ini pers mahasiswa (Persma) terasa kurang terdengar gaungnya. Ketika kebebasan informasi sudah menjadi milik kita semua dan media massa (baru) tumbuh subur, kondisi Persma justru nyaris tenggelam. Kondisi ini bermula sejak tahun 1998, ketika reformasi dikumandangkan Persma menjadi kehilangan perannya. Peran kontrol sosial melalui pemberitaan yang tajam, kritis dan independen. Peran itu telah kembali dipegang oleh pers umum yang di masa Orde Baru dipresentasikan oleh Persma.</p>
<p>Pada era 1970-an Persma pernah mengalami masa keemasannya. <em>Harian KAMI, Mahasiswa Indonesia</em> dan <em>Mimbar Demokrasi</em> merupakan penerbitan mahasiswa (istilah resmi pers mahasiswa kala itu) yang mampu eksis pada tahun 1970-an. Dengan oplah sekitar 30-70 ribu eksemplar –setiap kali penerbitannya, tak hanya diminati oleh mahasiswa saja. Masyarakat umum pun menjadi pembacanya. Persma pada era itu mampu menjawab tantangan zaman secara baik. Bahkan informasi yang disajikan pada saat itu lebih baik dari pers umum.<br />
<span id="more-12"></span><br />
Kini, yang ada hanya tinggal kenangan manis. Kondisi Persma sekarang cukup memprihatinkan. Persma hadir dikomunitasnya sekedar memenuhi jadwal penerbitan yang dibuat menurut logika birokratis-paradigmatik sebuah unit kegiatan mahasiswa. Penerbitan itupun muncul bukan atas kesadaran penuh atau kebutuhan menyalurkan idealisme tapi ‘tuntutan rutinitas’ agar legitimasi sebagai bagian dari kegiatan mahasiswa di kampus tetap terjaga (Masduki, 2003).</p>
<p>Terbitan Persma kurang dimanfaatkan sebagai sarana aktualisasi idealisme mahasiswa. Pada akhirnya produk yang dihasilkan oleh Persma –baik dalam bentuk majalah, tabloid maupun <em>newsletter</em>– menjadi kehilangan rohnya. Produknya menjadi tidak menarik dan kurang mampu memenuhi apa yang diinginkan oleh pembacanya (baca: mahasiswa). Sehingga tak jarang Persma kurang dikenal di lingkungan kampusnya sendiri.</p>
<p><strong>Persoalan Klasik</strong><br />
Meredupnya eksistensi Persma sekarang ini disebabkan oleh berbagai persoalan. Persoalan yang selalu melilit hampir sama dimanapun Persma itu berada. Kondisinyapun tak jauh berbeda, kebanyakan Persma tak mampu keluar dari persoalan klasik yang ada. Persma terjebak pada persoalan yang secara teoritis sebenarnya mampu dihadapi, namun pada tataran praktis sulit untuk diselesaikannya. Setidaknya ada tiga persoalan klasik itu diantaranya: lemahnya kaderisasi, periodisasi terbitan yang tidak tetap dan kebijakan rektorat.</p>
<p>Sistem kaderisasi yang dimiliki oleh Persma biasanya tidak matang. Persma tidak mampu menjaga kelangsungan hidupnya dengan menyediakan kader-kader penerusnya. Persma lebih mengandalkan sosok yang sudah ‘jadi’ untuk mengelolanya. Sistem kaderisasi yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan Persma. Tak jarang pada periode tertentu Persma mampu sedikit berkembang, namun pada periode berikutnya dengan segera tenggelam kembali. Ini terjadi karena kualitas sumber daya pengelola yang ada jauh berbeda dalam setiap periodenya.</p>
<p>Kebanyakan Persma tidak memiliki periodisasi terbitan yang tetap. Terlambat <em>deadline</em>, seakan telah menjadi budaya bagi terbitan Persma sekarang. Sehingga tak jarang ketika terbitan sampai di tangan pembaca, infomasi yang disampaikan telah basi dan tidak aktual lagi. Hal ini menyebabkan pembaca enggan melirik pada informasi yang disajikan oleh Persma. Mahasiswa lebih tertarik pada informasi yang disajikan oleh pers umum.</p>
<p>Bagi Persma yang sumber dana utamanya berasal dari rektorat, ada kecenderungan Persma tersebut tidak dapat bergerak dengan bebas. Persma menjadi tidak kritis terhadap rektorat. Bahkan Persma sering dijadikan sebagai corongnya rektorat. Informasi yang disajikan oleh Persma hampir dipastikan akan sejalan dengan kebijakan rektorat. Dan untuk menjaga kelangsungan hidupnya Persma lebih memilih menuruti kemauan rektorat. Rektorat melalui kebijakannya mampu mengontrol arah pemberitaan Persma.</p>
<p>Menghadapi kondisi semacam ini, Persma harus tanggap dan segera mencari solusinya. Pertama, untuk tetap menjaga kelangsungan hidup Persma maka optimalkan peranan divisi kaderisasi. Rumuskan dengan jelas pola kaderisasi yang akan diterapkan. Divisi kaderisasi harus mampu melakukan perekruitan pengelola baru dengan baik. Upayakan ada sistem magang sebelum menjadi pengelola Persma.</p>
<p>Kedua, Untuk meminimalisasi budaya terlambat <em>deadline</em>, pimpinan Persma harus dapat bertindak dengan tegas. Kuatkan kembali komitmen seluruh pengelola Persma yang ada. <em>Reward</em> and <em>punishment</em> harus diberikan pada pengelola Persma. Untuk memacu kinerja, berikan <em>reward </em>bagi pengelola yang melaksanakan kewajibannya dengan baik. <em>Punishment </em>–berupa peringatan lisan, peringatan tertulis bahkan pemecatan– harus diberikan pada pengelola yang tidak mampu melaksanakan tugasnya. Ketegasan aturan yang ada sangat diperlukan guna meningkatkan kedisiplinan di dalam tubuh Persma itu sendiri.</p>
<p>Ketiga, kebijakan rektorat sebenarnya tak hanya menjadi kendala bagi Persma yang sumber dana utamanya dari rektorat, namun juga bagi hampir semua Persma. Rektorat menjadi bayang-bayang dalam setiap pemberiatan Persma. Untuk menghadapi kondisi semacam ini Persma tak perlu takut. Sistem pemberitaan Persma harus tetap independen dan seimbang. Prinsip <em>check and balance</em> harus tetap dikedepankan.</p>
<p>Sudah saatnya, kini Persma bangun dari ‘tidurnya’. Uraikan benang kusut yang melilit di tubuh Persma. Selesaikan permasalahan yang menjadi hambatan untuk berkembangnya Persma. Persma kini dituntut untuk membenahi jati dirinya kembali dan tak boleh terbuai dengan romantisme kejayaan di masa lalu. Segala kejayaan Persma dimasa lalu hendaknya dijadikan sebagai semangat untuk dapat bangkit kembali, bersama membangun eksistensi Persma.</p>
<p>Tak dapat dipungkiri bahwa kini Persma sangat sulit untuk kembali mendapatkan perannya seperti di era Orde Baru. Persma harus segera melakukan reposisi dan reorientasi diri. Persma sebagai media kampus masih tetap bisa melakukan peran yang mungkin belum terjamah oleh pers umum. Peran kontrol sosial dalam lingkungan kampus setidaknya harus mulai diperankan oleh Persma. Persma harus mampu menunjukkan kepedualiannya pada lingkungan kampus dengan bersikap kritis terhadap segala kebijakan rektorat.</p>
<p>Bermula dari kampus, eksistensi Persma harus mulai dikembangkan kembali. Bukan suatu hal yang mustahil, masa keemasan Persma akan dapat diraih kembali. Berusaha dan berjuanglah pers mahasiswa! *</p>
<p>RESOURCE :<a href="http://simpanglima.wordpress.com/2008/03/04/bangunlah-pers-mahasiswa/">SIMPANGLIMA</a></p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kongres9ppmi.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kongres9ppmi.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kongres9ppmi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kongres9ppmi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kongres9ppmi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kongres9ppmi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kongres9ppmi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kongres9ppmi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kongres9ppmi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kongres9ppmi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kongres9ppmi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kongres9ppmi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kongres9ppmi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kongres9ppmi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kongres9ppmi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kongres9ppmi.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kongres9ppmi.wordpress.com&amp;blog=3751477&amp;post=12&amp;subd=kongres9ppmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongres9ppmi.wordpress.com/2008/05/19/bangunlah-pers-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kongres9ppmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
